Founder: Dedy Sofyan

Sang Juara 1 Turnamen HearthStone pertama di Indonesia. Pendiri komunitas HearthStone Indonesia. Berlanjut ke komunitas Heroes of the Storm Indonesia, lalu hingga berevolusi menjadi Komuntas Blizzard Gamers Indonesia <blizzgamers.id> sekarang ini.

Acara Gathering Overwatch di Jakarta

Dengan pengalaman banyak terlibat di industri open-source development, salah satunya adalah WordPress Indonesia (platform blog yang digunakan oleh jutaan pengguna di Indonesia, serta beberapa perusahaan media, bahkan media gaming ternama di Indonesia). Plus pengalaman di industri game publishing serta development dimulai dari IAHGames Indonesia yang membawa game Blizzard ke Indonesia dari StarCraft II: Wings of Liberty dan WoW: Cataclysm serta Mist of Pandaria. Dapat hadiah dari kantor berupa Warcraft Battlechest dan Cataclysm Collector’s Edition saja sudah membuat inner fanboy saya makin semangat untuk bangun grup gamer yang satu hobi dan sama passion-nya.

“Membangun sesuatu dari NOL itu tidak mudah, dan alangkah baiknya kita bangun bersama-sama mereka yang juga satu visi dan satu passion. Mulai dari gotong royong bersusah-susah, hingga bersenang-senang bersama rasanya puas ketika banyak gamer lain pun ikut bisa menikmati serunya game yang kita cintai juga. PRICELESS!” – Dedy

.

Co-Founder: Stanley Tjia

He is a Business Development Director for a Game Publishing company, Payment Gateway platform, Part-Time e-Sports Organizer with International Referee Certificate and Chief Executive Officer at Blizzgamers. To manage and give direction for strategic plan and Blizzgamers development. He regularly plays Blizzard games, such as: HearthStone, Warcraft, Diablo and mostly Heroes of the Storm.

Now he is organizing several e-Sports events for IESF World Championship Taiwan as a Technical Delegates with LigagameTV and Indonesian e-Sports Association.

He has experience in the e-Sports industry for a decade of technical delegates, rules and regulations, for major game titles, held around the world.

.

Co-Founder: Clift D. Pasadena

Bisnis kuliner, mengajar dan MC (Master of Ceremony) menjadi hobby sekaligus profesi yang saya gemari. Dan games menjadi sebuah media hiburan tersendiri di kala mengisi waktu senggang. Sampai akhirnya ada sebuah kesempatan untuk membawa dunia games ke satu level lebih maju dengan bergabung ke dalam komunitas game Blizzgamers Indonesia.

Beberapa kesempatan dan pengalaman di event-event penting gaming dan e-Sport, membuat saya pribadi semakin merasakan uniknya keseruan dunia gaming. Seperti mengatur dan menjalankan event di Toys & Gaming Republic: Road to 8th IeSF World e-Sports Championship, HearthStone Fireside Gathering, dan HS tournament, Heroes of the Storm tournament, Overwatch Tournament di Jakarta Convention Center yang semakin menambah banyak list pengalaman di dalam manajemen e-Sport amat berkesan bagi saya pribadi.

“Games bukan lagi menjadi suatu hal yang merugikan seseorang, tetapi ketika kita tepat memposisikan games menjadi media refreshing ataupun profesi yang menghasilkan income, maka The Power of Passion for Games itu sendiri bakalan nunjukin hasil yang sangat positif buat setiap kita pecinta games.”

“Relation & Trust adalah modal utama untuk membuat suatu apapun dari yang kecil menjadi sesuatu yang besar. It’s easy to build a house but it would be tricky to build a home. Dan komunitas Blizzgamers sekarang, that’s a HOME for me!”

.

Co-Founder: Callixtus Hendrix Hidajat

Callix is one of the co-founders of Blizzard Gamers Indonesia, a group of Communities dedicated exclusively for Blizzard Games that help and bring players, artists, cosplayers and Blizzard enthusiasts together. Currently, Blizzgamers have 10.600++ members.

During normal days, he is a Home Industry Apparel Production Manager in Bandung. At night, however, he transforms into Blizzgamers Community Manager and, of course, part time Gamer, obviously. He plays Blizzard games, such as Starcraft, Warcraft, Diablo and nowadays most of his living breath consumed with Heroes of The Storm.

At this very moment, Callix and the team are organizing the latest Blizzard Official 2018 Heroes of The Norm Indonesia Season 1, a HotS Qualifier for Indonesia and Singapore Region.

Before that, Callix and Official HotS Japan Admins, organized HotS Indonesia Japan Invitational, where two top Indonesian and Japanese teams compete with each other. Callix also organized HotS Indonesia Fun Tournament along side Gamers Embassy Internet Café.

.

Co-Founder: Jeff Palmer Lokanata

Jeff salah satu Co-Founder Blizzard Gamers Indonesia, sebuah komunitas Gamers Indonesia yang berusaha menjadi terdepan dalam pelayanan publik sebagai penyedia wadah komunitas. Mengumpulkan pemain, seniman, dan pelaku usaha adalah menjadi satu visi keharmonisan komunitas.

Dia bekerja sebagai akuntan perusahaan garmen baju bayi dan juga sebagai guru musik paruh waktunya. Games menjadi hiburannya, games-games yang dimainkan bervariatif terutama strategi, namun mayoritas mengutamakan games-games yang bersifat multiplayer. Semua Games Blizzard dimainkan, terutama World of Warcraft. Dia memainkan semua karya-karya developer Blizzard dari awal Warcraft tahun 1994 hingga karya terbaru mereka: Overwatch. Dari sadarnya butuh akan wadah komunitas antara para pemain-pemain, dia mengurus administrasi wadah komunikasi seperti grup-grup media sosial.

Mulai dari komunitas kecil ini, mulailah terbangun persahabatan yang ditemukan dalam grup, mulai saling mengenal. Namun hal ini dapat dikembangkan jauh melebihi ini, oleh karena itu, kami serius berinisiatif dalam membangun komunitas yang menguntungkan ke semua pihak.

Di dalam komunitas, dia membantu rekan-rekan co-founder nya sebagai Akuntan dan juga mengasistensikan pengadaan-pengadaan event-event games

.

Co-Founder: Astrella

Kesukaan Astrella terhadap game berawal dari MMORPG Ragnarok Online. Setelah Ragnarok Online, pengalaman game Astrella kemudian berkembang ke World of Warcraft: The Burning Crusade, Star Wars The Old Republic, dan Guild Wars hingga akhirnya Astrella menemukan passionnya dalam raiding di World of Warcraft: Warlords of Draenor pada saat konten raid Hellfire Citadel. Astrella kemudian bergabung dengan guild raiding berbasis USA dan berhasil menyelesaikan semua heroic raiding Hellfire Citadel. Ketika Astrella pergi ke Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya, dia menemukan Guild <Indonesia> di mana Guild ini melakukan competitive mythic raiding. Menjadi salah satu roster mythic raiding membuka matanya ke game Blizzard lainnya dan mengenalkannya ke komunitas Blizzgamers Indonesia. Komunitas Blizzgamers kini menjadi rumah baginya di mana founder-founder lainnya mempunyai satu misi yang sama: memperkenalkan dan membawa game Blizzard ke kancah yang selanjutnya.

Saat ini Astrella bekerja sebagai Business Development di salah satu perusahaan air di Indonesia. Games merupakan salah satu passion terpendamnya di mana komunitas Blizzgamers merupakan wadah terkuat yang dapat menyalurkan passion gamingnya. Astrella juga sangat yakin bahwa komunitas Blizzgamers dapat menjadi media yang menyambungkan Blizzard dengan gamers Blizzard di Indonesia.

.

Sejarah berdirinya Blizzgamers Indonesia

Pertama kali kita tercetus ide mendirikan komunitas itu pada saat Blizzard mengeluarkan game yang di luar genre yang biasa mereka buat, yaitu game Collectible Card Game “HearthStone: Heroes of WarCraft” yang masih Closed Beta saat itu.
Waktu itu memang kebetulan salah satu payment Money Online (MOL) mengadakan turnamen HS internal para penggiat industri payment dan game di Jakarta, berawal dari hanya iseng-iseng, lagian yang punya akses Beta-nya pun masih sedikit sekali. Kebetulan yang menang memang tidak asing lagi orangnya. Akhirnya selang beberapa bulan, diadakan turnamen pertama HearthStone yang terbuka untuk umum yang dilangsungkan di XL Xplor Central Park Mall, Jakarta, berpartner langsung dengan MOL dan media partner GameQQ yang turut hadir di sana. Waktu itu mungkin belum jaman pakai twitch atau pun Youtube Gaming, tapi kita sudah pakai duluan bahkan langsung kita sorot ke layar besar yang tersedia di XL Xplor sehingga pengunjung mall yang penasaran pun bisa ikut menyaksikan serunya game Blizzard.

Ketika Blizzard mengeluarkan game genre MOBA, tapi jangan sebut itu, sebut saja Hero Brawler genre-nya: “Heroes of the Storm” pun kita adakan pertandingan di lokasi yang sama XL Xplor Central Park Mall, kali itu bergandengan dengan Razer yang meminjamkan laptop gamingnya.

Untuk game paling populer Blizzard, MMORPG “World of Warcraft” kita bergandengan dengan Guild Indonesia <Frostmourne> di mana kita bersama-sama merayakan nonton akbar film live-action “Warcraft the Movie” di IMAX Gandaria City. Turut meramaikan acara gathering perdana “Blizzgamers Indonesia” di Pandan Wangi, Bandung di awal tahun 2016 sebagai momentum penggabungan seluruh grup komunitas gamer Blizzard yang awalnya terpisah-pisah menjadi satu bendera sebagai Blizzard Gamers Indonesia.

Tujuan kita jelas agar Blizzard lebih memperhatikan dan mendukung para fans dan gamer-gamer pecinta game Blizzard dengan dukungan serius mulai dari event, turnamen esports dan lebih banyak lagi. Dan terbukti bahwa kita adalah komunitas yang beruntung yang mendapatkan akses closed beta Overwatch dan akses alpha expansion terbaru WoW Legion. Ya, puluhan anggota Blizzgamers beruntung bisa mencicipi konten-konten terlawas Blizzard jauh-jauh hari dan kita bisa turut andil memberikan feedback dan bug report. Tidak hanya sampai di situ, Blizzard pun serius mendukung dengan hadiah-hadiah merchandise asli yang sebelumnya hanya angan-angan gamer Indonesia, karena Blizzgear tidak bisa mengirimkan produk-produk mereka ke Indonesia.

“Komunitas gamer Blizzard di Indonesia mengikuti nilai-nilai / values yang memang dipegang teguh oleh Blizzard, yaitu: kedewasaan, tidak se-toxic game tetangga, buktinya di Heroes dan kini Overwatch pun populasi gamer toxic bisa dibilang sedikit.”

Nilai yang kita ingin sebarkan dan kembangkan adalah rasa sportivitas, kekeluargaan, dan kedewasaan di para gamer-gamer Blizzard di Indonesia. Lalu menghormati gamer lain saat bermain, tidak berbuat curang dan tindakan yang tidak etis. Selain itu transparansi dan kejujuran pun tidak kalah penting. Salah satu pelajaran berharga yang kita alami selama membangun komunitas-komunitas game Blizzard mulai dari HS, Heroes, WoW, hingga Overwatch.

Sejarahnya kami tidak terhenti sampai sini saja lho, jangan lupa kita masih bisa bersama-sama menorehkan banyak baris baru di lembaran sejarah Blizzgamers Indonesia. Yuk, tunggu apa lagi?